WELCOME TO MY BLOG (^,^)9

Sunday, 25 December 2016

Contoh Pendahuluan Makalah / Skripsi / Peneitian Tentang Pelayanan Publik atau Public Service Perbankan Bank Sulselbar

BAB I
PENDAHULUAN

A.    LATAR BELAKANG
Perkembangan dunia perbankan yang dewasa ini bergerak sangat cepat disertai dengan adanya tantangan - tantangan yang semakin luas dan kompleks, hal tersebut membuat perbankan harus cepat dan tanggap dalam menjalankan fungsi dan tanggung jawabnya melayani masyarakat.
Bank merupakan salah satu lembaga keuangan yang bergerak dalam bidang pelayanan jasa, harus dapat memberikan pelayanan yang terbaik (service excellent) untuk dapat memenangkan persaingan yang semakin hari semakin kompetitif. Untuk menghadapi persaingan antara lembaga perbankan yang semakin ketat, sekarang ini telah dikembangkan dalam berbagai konsep pelayanan nasabah dengan tujuan untuk mempertahankan nasabah dan menjangkau nasabah - nasabah potensial.
Untuk mempertahankan dan meningkatkan nasabahnya maka bank perlu menjaga citra positif dimata masyarakat, untuk mempertahankan citra ini dapat dibangun melalui kualitas pelayanan, dan ketertiban keamanan. Untuk meningkatkan citra perbankan maka perlu menyiapkan karyawan yang mampu menangani kebutuhan nasabahnya yang biasa disebut Customer Service.
   Customer Service memengang peranan penting dalam dunia perbankan yang melayani masyarakat. Tugas utama customer service adalah memberikan pelayanan dan membina hubungan dengan masyarakat. Customer Service bank dalam melayani para nasabah selalu berusaha untuk menarik perhatian dengan cara merayu calon nasabah untuk menjadi nasabah bank yang bersangkutan dengan berbagai cara dan customer service juga harus dapat menjaga nasabah lama agar tetap menjadi nasabah bank.
Sehubungan dengan peranan ini maka setiap perusahaan menerapkan pelayanan prima yakni suatu sikap atau cara kenyamanan dalam melayani pelanggan secara memuaskan terhadap penggunaan jasa perbankan, kepuasan nasabah akan lebih mudah dipenuhi kalau petugas bank mengenal sifat dan karakter nasabah.
Pelayanan yang diberikan oleh customer service dalam berbagai jasa bank haruslah mencerminkan pendekatan seutuhnya dari seorang karyawan bank kepada nasabah. Hal ini dilakukan dengan sikap penolong, bersahabat dan profesional yang memuaskan nasabah agar nasabah tersebut datang kembali untuk berbisnis dengan bank kita disamping fasilitas jasa dapat dinikmati.
Bank Sulsel Cabang Watansoppeng merupakan lembaga keuangan yang dalam menjalankan kegiatan usahanya selalu mengutamakan kepuasan nasabah. Tetapi, Lembaga Keuangan tersebut mempunyai strategi dalam pelayanan Customer Service yang dapat mempengaruhi kepuasan nasabah Bank tersebut.
Lembaga Keuangan tersebut tidak luput dari masalah Pelayanan customer service, karena seorang Seorang customer service harus cepat dan tepat terhadap pelayanan nasabah agar nasabah tidak merasa dirugikan karena harus menunggu/antri. Customer service merupakan tiang bagi bank, seorang customer service sangat berpengaruh terhadap perkembangan suatu bank.
Keramaian suatu Bank mencerminkan tingkat kepuasan nasabah terhadap pelayanan yang diberikan oleh seorang customer service akan tetapi sikap dan sifat seorang customer service terhadap pelayanan nasabah untuk meningkatkan kepuasan nasabah berbeda pada setiap bank, sehingga dengan demikian, penulis tertarik mengkaji masalah customer service dalam kaitanya dengan dengan peranannya. Hal ini yang mendorong penulis untuk mengadakan penelitian dengan judul “Peranan Karyawan Bank (Customer Service) dalam Dunia Perbankan di Kabupaten Soppeng”.


B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan diatas, maka masalah pokok dalam penulisan ini adalah “Bagaimana Peranan Customer Service Bank Sulsel Cabang Watansoppeng Dalam Dunia Perbankan”.

C. TUJUAN DAN KEGUNAAN PENELITIAN

1.      Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini sebagai berikut :
Untuk mengetahui Peranan Customer Service  terhadap pelayanan Bank Sulsel Cabang Watansoppeng.

2.      Kegunaan Penelitian
a.       Sebagai bahan pertimbangan bagi pihak bank, khususnya mengenai pelayanan customer service yang berpengaruh terhadap nasabah bank.
b.      Sebagai bahan acuan bagi mahasiswa (i) yang akan meneliti dalam bidang yang sama.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.    Pengertian Customer Service
Wawoluntu dalam bukunya Dasar-dasar Keterampilan Melayani Nasabah Bank (1997 : 1) istilah customer service yang diterjemahkan dalam bahasa Indonesia yang artinya melayani nasabah, dimana untuk bidang bisnis secara umum diartikan sebagai pelayanan pelanggan. Kata customer service berasal dari dua kata yaitu “Customer” sama dengan pelanggan, dan ‘Service” sama dengan pelayanan.
Kasmir dalam bukunya Etika Customer Service (2004 : 201), memberikan pengertian customer service secara umum adalah setiap kegiatan yang diperuntukkan atau ditujukan untuk memberikan kepuasan nasabah, melalui pelayanan dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan nasabah.
Jadi pengertian “Customer Service” adalah sebuah unit kerja yang bertugas untuk melayani nasabah atau calon nasabah. Pelayanan yang diberikan adalah pelayanan berdasarkan informasi dan pelayanan jasa yang tujuannya untuk memberikan kepuasan nasabah dan dapat memenuhui keinginan dan kebutuhan nasabah.

B.     Fungsi dan Tugas Customer Service
Banyak nasabah yang masih beranggapan bahwa customer service (Cs) itu adalah sebagai pusat informasi, padahal kenyataannya customer service ini juga memberikan pelayanan jasa-jasa perbankan.
Untuk dapat menduduki jabatan ini ada beberapa criteria yang harus dipenuhi antara lain, memiliki pengetahuan luas tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan mesalah perbankan, harus aktif mengetahui semua informasi yang sedang terjadi diluar perusahaan, harus memiliki sifat bijaksana, tanggap, setia, dan ramah pada setiap nasabah.
Setiap customer service tentu telah diterapkan fungsi dan tugas yang harus diembannya. Fungsi dan tugas yang harus dilaksanakan dalam arti dapat dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab dari awal sampai selesainya suatu pelayanan nasabah.
Fungsi dan tugas customer service yang harus benar-benar dipahami sehingga seorang customer service dapat menjalankan tugasnya secara prima. Menurut Kasmir dalam bukunya Pemasaran Bank (2004 : 203), fungsi dan tugas customer service, sebagai berikut :

1.      Sebagai Receptionis
Receptionis artinya customer service sebagai penerima tamu / nasabah yang datang ke bank dengan ramah tamah, tenang simpatik, menarik dan menyenangkan. Dalam hal ini customer service harus bersikap member perhatian, berbicara dengan suara yang lembut dan jelas dengan bahada yang mudah dimengerti. Selama melayani nasabah customer service tidak diperkenangkan merokok, makan dan minum.

2.      Sebagai Deksman
Deksman artinya customer service sebagi orang yang melayani berbagai macam aplikasi yang diajukan nasabah atau calon nasabah. Untuk memberikan informasi mengenai prodak-prodak bank, menjelaskan manfaat dan ciri-ciri bank. Kemudian menjawab pertanyaan nasabah mengenai produk bank serta membantu nasabah untuk mengisi formulir aplikasi.
3.      Sebagai Selesman
Seleman artinya customer service sebagai orang yang menjual produk perbankan sekaligus mengadakan pendekatan dan mencari nasabah baru serta berusaha mempertahankan nasabah lama. Juga berusaha mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi nasabah termasuk keberatan atau keluhan nasabah.
4.      Sebagai Customer service relation officer
Customer service artinya sebagai orang yang dapat membina hubungan baik dengan seluruh nasabah.
5.      Sebagai Comunikator
Comunikator customer service sebagai orang yang menghubungi nasabah dan memberikan informasi tentang segala sesuatu yang ada hubungannya antara bank dengan nasabah.
Dalam pelayanan di bank customer service mempunyai tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya, sebagai berikut :
1.      Bertanggung jawab kepada pemimpin.
2.      Secara efektif memberikan perbaikan kwalitas operasi dan layanan bank yang telah ada dan yang akan diterapkan.
3.      Melakukan koordinasi dan bekerja sama dengan bagian lainnya dalam memproses dan meningkatkan kwalitas layanan bank.
4.      Sebagai penghubung antara nasabah dengan bagian-bagian yang terkait dan batasan diatas wewenangnya.
5.      Menjamin tetap terjadinya hubungan yang baik dan memuaskan bagi para nasabah, dimana dalam hal ini menghimpun para nasabah.
6.      Memberikan informasi mengenai semua jenis produk dan jasa bank termasuk manfaat dan keuntungannya bagi nasabah.

BAB  III

 

 

KERANGKA PEMIKIRAN


A.    Kerangka Konseptual Penelitian

Gambar 1
Customer Service
Pelayanan
Prima
Kepuasan
Nasabah
- Kemampuan
- Kecepatan
- Sikap
- Tanggung jawab
- Perhatian
- penampilan






Bank Sulsel
Cabang Watansoppeng
 


Nasabah adalah sumber bagi bank dalam menghimpun dana. Kecendrungan nasabah (penabung) untuk menabung dan merasa terpuaskan dengan pelayanan pada lembaga perbankan sangat dipengaruhi oleh pelayanan Customer service pada Bank Sulsel cabang Watansoppeng. Customer service akan memberikan dampak positif terhadap kepuasan nasabah.
Pelayanan prima pada suatu tempat dilakukan agar nasabah tidak merasakan yang namanya antri dan segala hal yang akan terjadi pada kedua bank yang bersangkutan. Dalam hal ini maka seorang Customer service harus memberikan pelayanan prima kepada nasabahnya. Yang dimaksud dengan pelayanan prima adalah pelayanan yang memerlukan kemampuan, kecepatan, keramahan, ketepatan, tanggung jawab, perhatian, dan penampilan.
Pelayanan prima yang duberikan oleh seorang Customer service akan mempengaruhi tingkat kepuasan nasabah bank terutama calon nasabah baru bank yang bersaing.

B.     HIPOTESIS
               Berdasarkan rumusan masalah pokok yang telah dikemukakan, maka hipotetis yang diajukan dalam penulisan ini adalah :
               “Diduga bahwa peranan Customer service dapat meningkatkan kepuasan pelanggan PT. Bank Sulsel Cabang Watansoppeng. “










BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

A.    Tempat dan Waktu Penelitian
              Penelitian ini dilakukan pada PT. Bank Sulsel cabang Watansoppeng, yang terletak di jalan Kemakmuran Watansoppeng. Sedangkan waktu penelitian yang digunakan adalah kurang lebih satu (1) Minggu.

B.        Jenis dan Sumber Data
1.      Jenis Data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a.   Data Kualitatif
Yaitu data yang diperoleh penulis dari hasil perusahaan baik dalam bentuk informasi secara lisan maupun secara tertulis.

2.   Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
a.      Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung oleh penelitian baik nasabah maupun dari pengelola bank yang dalam hal ini adalah pimpinan dan beberapa karyawan bank yang bersangkutan.
b.      Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh dari perusahaan berupa dokumen-dokumen dan buku literature serta laporan dari luar perusahaan yang berhubungan dengan penulisan akhir ini.

C.    Metode Pengumpulan Data
               Untuk membantu penulis memperoleh informasi dan data - data yang akan digunakan sebagai bahan pembahasan dalam penulisan ini, maka penulis menggunakan metode pengumpulan data sebagai berikut :
1.      Penelitian Lapangan (Field research)
a.   Sampling
Dengan membagikan kuesioner kepada nasabah bank yang bersangkutan dengan target jumlah tertentu nasabah yang dianggap memenuhi sampel.
b.   Wawancara Langsung
Wawancara langsung dilakukan kepada beberapa karyawan maupun staff yang bersangkutan dan erat kaitannya dengan pokok bahasan.
2.      Penelitian Kepustakaan (Library research)
Metode atau cara penelitian yang dilakukan melalui study pustaka dengan cara membaca literature - literatur dan dokumen - dokumen perusahaan yang mempunyai hubungan dengan pembahasan ini.




D.    Populasi dan Sampel
1.      Populasi
               Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah dan karyawan pada PT. Bank Sulsel Cabang Watansoppeng yang berada di jalan Kemakmuran Watansoppeng.
2.      Sampel
               Pengambilan sampel dari penelitian ini adalah sampel kebutuhan yaitu nasabah yang datang pada Bank Sulsel cabang Watansoppeng sejumlah 5 orang untuk mewakili nasabah keseluruhan pada bank tersebut dan 5 orang Karyawan

E.     Metode Analisis

Metode analisis dilakukan dengan analisis dekskriptif kualitatif.
               Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mendeskripsikan kepuasan nasabah dalam pelayanan customer service berdasarkan segmentasi psikografis yang diolah dari data  yang dikumpulkan.

Contoh Naskah Pidato Singkat Tentang HIV AIDS

Contoh Naskah Pidato Singkat Tentang HIV/AIDS


PIDATO BUAT KAMU :


Saya merasa terhormat atas undangan Anda pada hari ini.

HIV / AIDS telah bersama kita selama sekitar dua dekade, tetapi tetap menjadi masalah yang terus harus dihindari dari diri kita semua. Kita sedang membuat beberapa kemajuan dalam memahami tantangan ini, tapi jalan yang panjang masih harus kita hadapi.

Walaupun orang-orang dari seluruh jalan-jalan kehidupan yang terjangkit AIDS, namun yang paling rentan di bagian masyarakat kita adalah orang-orang miskin, yang buta huruf, perempuan dan anak-anak yang menanggung sebagian besar beban epidemi HIV.

Terhadap HIV / AIDS di Afrika Selatan telah menjadi lebih kompleks selama 10 tahun. Kami tidak lagi hanya berhubungan dengan informasi dan kesadaran, namun dengan orang yang dihadapi dengan kenyataan hidup dengan penyakit. Mereka tidak tahu status HIV mereka. Beberapa dari mereka sudah jatuh sakit tetapi mereka tidak tahu bahwa penyakit mereka berkaitan dengan HIV / AIDS. Dan bahkan jika mereka mengetahui atau menduga, mereka enggan untuk datang dan berbicara tentang kondisi mereka.

Saya berdiri di hadapan Anda saat ini untuk lebih mempererat kemitraan kami dalam merespon tantangan besar ini terutama stigma yang terus dikaitkan dengannya. Kami meminta Anda bermitra karena kita tahu bahwa setiap warga negara Afrika Selatan, setiap pemimpin, imam yang khusus dan unik untuk memainkan peranan dalam memerangi infeksi HIV dan merawat orang-orang dengan HIV / AIDS.

Agama selalu memainkan peran yang merawat orang-orang yang lemah dan memerlukan dukungan. Perawatan yang telah diberikan tidak terbatas hanya untuk pesan harapan dan kesejahteraan rohani. Namun Anda telah mampu melakukan program-program yang benar-benar membuat perbedaan dalam kehidupan mereka yang membutuhkan perawatan terutama pada anak-anak. Saya yakin bahwa Agama kita dapat memainkan peran utama dalam memerangi dengan stigma yang terkait dengan HIV / AIDS dan mendorong sikap positif dan hidup di antara mereka yang terinfeksi dan terpengaruh.

Untuk memastikan arah umum dalam panggilan untuk kemitraan, kami melakukan pembangunan Lima Tahun Rencana Strategis untuk Afrika Selatan, pada tahun 2000 bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan kunci, termasuk iman berbasis sektor. Ini adalah rencana strategis nasional luas yang dirancang untuk membimbing negara dari respon terhadap HIV / AIDS. Rencana outline empat prioritas, yaitu: (1) Pencegahan, (2) Perawatan dan Dukungan, (3) Penelitian, dan dan (4) Hak Asasi Manusia.
Contoh Naskah Pidato Singkat
Tidak boleh ada keraguan bahwa iman berbasis masyarakat memiliki peran sentral untuk bermain dalam pelaksanaan rencana ini.Terdapat banyak contoh bagaimana iman adalah sektor menanggapi atau dapat menjawab tantangan ini. Saya ingin untuk meningkatkan diskusi setidaknya empat tombol Iman peran yang berbasis organisasi dan individu anggota organisasi yang dapat bermain dalam merespon HIV / AIDS.

Semua di Afrika Konsultasi dan AIDS yang diadakan di Kampala pada April 1994 yang "Panggilan untuk Aksi" dikembangkan dan ditandatangani. Demikian pula,"Sebuah komitmen tentang HIV / AIDS oleh orang-orang yang beriman", telah ditandatangani di Washington pada tahun yang sama. Saya akan ingin kutipan setidaknya satu bagian dari komitmen pernyataan ini, dan saya:

"Kita dipanggil oleh Allah untuk menegaskan sebuah kehidupan harapan dan kesembuhan di tengah-tengah HIV / AIDS. Tradisi kami memanggil kita untuk mewujudkan dan menyatakan harapan, dan untuk merayakan kehidupan dan kesembuhan di tengah-tengah penderitaan."

Untuk itu, kita harus mengirim pesan yang positif tentang HIV / AIDS.Kita perlu kirim orang-orang yang hanya karena Anda HIV positif hari ini, tidak berarti Anda akan mendapatkan besok AIDS dan mati. Faktor utama seperti kemiskinan, tingginya tingkat anak kekurangan gizi, terutama vitamin A dan kekurangan yodium serta kurangan lainnya memiliki dampak yang besar dalam satu cara untuk kemajuan penuh AIDS.

Kita harus memberitahu mereka yang terinfeksi dan terpengaruh oleh HIV yang makan makanan bergizi, mereka mengelola stres, ada infeksi segera merawat seksual termasuk infeksi dan menggunakan kondom, mereka dapat hidup lagi dan memimpin sebuah kehidupan yang sehat dan produktif selama bertahun-tahun.

Kita perlu menggunakan kesempatan ini untuk menyatakan kami menanggapi AIDS:

* Kita dipanggil untuk mengasihi * Kita dipanggil untuk menjadi kasihan dan perawatan * Kita harus komit untuk diri kita berbicara publik dan mempromosikan pencegahan HIV / AIDS * Kita harus mendorong dan memberikan perawatan bagi mereka yang terinfeksi dan terpengaruh * Kita harus melawan dosa diskriminasi dan stigma * Kita harus bekerja sama dengan sektor lain dari masyarakat untuk mencari cara untuk menghapuskan kemiskinan

Saya percaya bahwa jika kami bisa meninggalkan konferensi ini dengan kuat kembali sumpahnya sebagai iman berbasis pemimpin negara ini, kita akan dapat memberikan harapan bagi iman masyarakat dan untuk masyarakat secara keseluruhan: Itu dalam semangat kasih, kasihan dan perawatan, melalui upaya-upaya kolektif untuk menghadapi tantangan dan diskriminasi dan kita masing-masing untuk memberdayakan orang-orang yang beriman, kita dapat mengatasi banyak tantangan untuk HIV / AIDS.
Assalamu’alaikum Wr. Wb

Yang terhormat Bapak Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Sidayu
Yang terhormat Bapak/Ibu Dewan Guru beserta staf tata usaha
Yang terhormat Bapak/Ibu wali murid
Serta teman-temanku yang berbahagia

Pada pagi hari ini, tak lupa kita ucapkan puja dan puji kehadirat Allah SWT yang senantiasa memberikan kasih sayangnya kepada kita semua, sehingga sampai hari ini kita masih tetap bisa melakukan segala bentuk aktifitas dan dapat berkumpul di sini dalam acara Perpisahan Kelas XII tahun ajaran 2012/2013.

Saya di sini mewakili teman-teman menyadari bahwa selama kami menjadi siswa di SMAN 1 Sidayu tercinta ini seringkali membuat bapak/ibu guru kesal, kecewa, sedih, maupun marah. Oleh karena itu kami menghaturkan permohonan maaf yang tulus emoga bapak/ibu guru semua sudi kiranya memaafkan semua kesalahan kami baik yang sengaja maupun tidak demi kebaikan kami semua ke depannya.

Saya dan teman-teman, mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak/ibu guru dan juga ayah bunda yang telah mendidik kami menjadi siswa yang disiplin dan berprestasi. Untuk bapak/ibu guru terutamanya, mungkin ucapan terima kasih dari saya dan teman-teman semua tidaklah cukup membayar semua jasa baik anda selama 3 tahun ini, yang tanpa lelah mengajari serta mendidik kami menjadi insan yang semakin mengerti. Sungguh kebaikan bapak/ibu guru hanya mampu dibalas oleh Allah. Jazakumullah khoiron katsiron.

Untuk teman-teman tercinta, selama 3 tahun lamanya kita bersama, tentunya ada rasa suka maupun duka yang datang menghampiri dalam perjalanan kita menuntut ilmu. Mungkin semua itu esok akan menjadi sebuah memori terindah yang akan selalu kita ingat.

Tak lupa kepada adik-adik kami yang masih tajam pemikirannya, untuk ke depan kalian harus lebih berprestasi dari kakak-kakakmu ini, jangan buang waktumu dengan percuma, buatlah sekolah kita menjadi yang terbaik. Buatlah guru-guru serta orang tua kita bangga akan prestasi yang kita torehkan.

Saya ucapkan selamat berpisah, dan selamat melanjuntkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Semoga perpisahan ini menjadi kenangan indah selamanya. Ingatlah tangis tawa kita selama ini, pelangi yang selalu iringi perjalanan mulia ini.

Sukses untuk terus maju dan meraih cita-cita. Semoga SMA Negeri 1 Sidayu kita tercinta semakin jaya dari masa ke masa.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb




PIDATO BUAT TEMAN KAMU YANG MALAS SEARCHING :)  =

Assalamualaikum Wr.Wb

Yth. Ibu wali kelas
Serta teman-teman sekalian yang saya cintai

Marilah kita bersama-sama memanjatkan puji dan syukur kita ke hadirat Allah SWT karena berkah dan karunianya kita semua dapat berkumpul dalam keadaan sehat wal’afiat pada hari yang cerah ini

Teman-teman yang saya banggakan,

Pertama-tama perlu kita sadari bahwa lingkungan adalah tempat menggantungkan hidup bagi kita semua, umat manusia. Maka kita harus menjaga lingkungan kita baik-baik agar bumi menghasilkan keuntungan bagi kita, bukan kerugian bahkan bencana bagi kita. Salah satu cara agar lingkungan tidak memberikan bencana bagi kita adalah menjaga kebersihan lingkungan

Dalam menjaga kebersihan lingkungan maka kita harus mengetahui terlebih dahulu apa arti kebersihan lingkungan. Arti kebersihan lingkungan yang sesungguhnya adalah suatu keadaan dimana lingkungan tersebut adalah layak untuk ditinggali manusia, dimana keadaan kesehatan manusia secara fisik dapat terjaga.. Maka kita harus menjaga kebersihan lingkungan agar tercipta kehidupan yang layak dan sejahtera.

Teman-teman yang Berbahagia,

Menjaga Kebersihan Lingkungan adalah cara terbaik dalam mencegah berbagai penyakit yang mengintai pada musim hujan seperti sekarang. Menjaga kebersihan lingkungan dapat dimulai dari membersihkan sekolah kita tercinta, SMPN 49 Jakarta. Apabila sekolah kita bersih maka orang lainpun tak segan untuk mencontoh kebiasaan baik kita dalam membersihkan sekolah kita ini. Dan kita sebagai penghuni sekolah ini juga terkena dampak positifnya yaitu kegiatan belajar mengajar menjadi nyaman karena lingkungan sekolah kita bersih.

Menjaga kebersihan Lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan cara membuang sampah yang ada di lingkungan sekolah kita ke tempat sampah, melaksanakan kegiatan piket kelas setiap hari secara teratur dan PSN 30 menit setiap hari jum’at dalam rangka membersihkan lingkungan sekolah dari Sarang nyamuk Ades Aegypti yang menimbulkan penyakit demam berdarah.

Teman-teman Sekalian,

Sebagai penutup saya mengutip kata pepatah yang mengatakan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman maka apabila seseorang tidak peduli terhadap kebersihan maka ia sesungguhnya bukan merupakan orang yang beriman penuh. Kedepanya saya juga berharap kita sebagai umat manusia dapat lebih giat lagi dalam menjaga kebersihan lingkungan.



MAKALAH LAPORAN BAHASA INGGRIS BUDAYA CULTURE SUKU BUGIS INDONESIA

BUGINESE FARMER’S CEREMONIAL
            At this time, I would like to explain about the process of planting rice, especially in Soppeng Regency.
            First of all, the farmers soak the rice for three days. After that, the seeds removed and got drain in a sack. Then they doesn’t do anything to the rice for two days. Then, the Buginese farmers held a Maddoja Bine . Maddoja Bine is a traditional culture of the Buginese farmers to pray to God for the succeed of the next day to plant the rice. In this ceremony, they prepared variety of Buginese typical foods, such as ; Sokko, Bananas, Ginger Chicken, Boiled Eggs, etc.
            After Maddoja Bine , the seed brought to the field and then spread in it.  A few days later, the seed then grow in to small rice. After that, the rice then revoked and transferred to the largest area.
            After a few month, the rice will grow tall and produce seed. At that time, there will be a ceremony called Mappammula. In this ceremony, they prepared some special Buginese food such in Maddoja Bine was. After that ceremony, the rice is ready for the harvest.
            They do it by cut the stem of rice by using sickle then using Machine to separate the seed with the stem . Then, they put the seed on to the sack and bring it to the house.
            After arrived at the house, the seed then dried in to the sunshine for several day. Then the dried seed milled in the rice factory. The last ceremony is Mabbaca Doang Ase Baru. In this ceremony, there are only several kind of food, Rice, Boiled Eggs and Bananas.
            Finally, the ceremony completed which undertaken by the Buginese farmers, especially in Soppeng Regency, South Sulawesi, Indonesia.

                                            ABDUL MUBARAK

XII. IA. 2